CLIMATE CHANGE DAMAGES: RESPONSIBILITY AND ACCOUNTABILITY AMONGST STATES

Authors

  • Laura Alicia Siregar Universitas Gadjah Mada

Keywords:

Climate Change, International Law, State Responsibility, Loss and Damage

Abstract

Abstract

International law strengthens states' ability to control national affairs through the use of sovereignty. This also implies that any harmful activities that directly or indirectly affect other states constitute a violation of international law. Climate change has always been a source of concern because of its global impact. Climate Change is defined in article 1.2 of the UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) as “a change of climate which is attributed directly or indirectly to human activity that alters the composition of the global atmosphere and which is in addition to natural climate variability observed over comparable periods”. As a result, state obligations and responsibilities are established in the context of international law to combat climate change, promote accountability in state actions, and regulate compensation for any harmful activities. However, only recently have states (particularly those with comparatively greater power) taken serious actions and made collaborative efforts to combat climate change. Loss and Damages caused by multiple states' inability to regulate environmentally hazardous actions necessitate accountability and additional responsibility. Furthermore, to compensate for the lack of timely actions to prevent climate change, adaptation to climate change necessitates an effective distribution of responsibilities and mutual participation. This paper seeks to comprehend the role of international law in addressing and combating human-caused climate change, as well as the international framework currently in place. Despite the fact that collective action has occurred and developed quantitatively and qualitatively over time, concern about climate change appears to have only increased. The doctrinal/normative methodology will be used to utilize available relevant works of literature to cover the topics to be discussed in this paper.

 

Abstrak

Hukum internasional memperkuat kemampuan negara untuk mengendalikan urusan nasional dengan menggunakan kedaulatan. Hal ini juga menyiratkan bahwa setiap kegiatan berbahaya, baik secara langsung ataupun tidak lagsung memengaruhi negara lain merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional. Perubahan iklim selalu menjadi sumber kekhawatiran karena dampak globalnya. Perubahan iklim didefinisikan dalam Pasal 1.2 Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCC) sebagai “perubahan iklim yang dikaitkan secara langsung atau tidak langsung dengan aktivitas manusia yang mengubah komposisi atmosfer global dan yang merupakan tambahan dari variabilitas iklim alami yang diamati selama periode yang sebanding”. Akibatnya, kewajiban dan tanggung jawab negara ditetapkan dalam konteks hukum internasional untuk memerangi perubahan iklim, mempromosikan akuntabilitas dalam tindakan negara, dan mengatur kompensasi untuk setiap kegiatan berbahaya. Namun, baru-baru ini negara-negara bagian (terutama yang memilki kekuatan yang relatif lebih besar) mengambil tindakan serius dan melakukan upaya kolaboratif untuk memerangi perubahan iklim. Kerugian dan kerusaka yang disebabkan oleh ketidakmampuan beberapa negara utuk mengatur tindakan berbahaya bagi lingkungan memerlukan akuntabilitas dan tanggung jawab tambahan. Selain itu, untuk mengkompenasasi kurangnya tindakan tepat waktu untuk mencegah perubahan iklim, adaptasi terhadap perubahan iklim memerlukan distribusi tanggung jawab dan partisipasi bersama yang efektif. Makalah ini berusaha untuk memahami peran hukum internasional dalam mengatasi dan memerangi perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, serta kerangka kerja internasional yang ada saat ini. Terlepas dari kenyataan bahwa tindakan kolektif telah terjadi dan berkembang secara kuantitatif dan kualitatif dari waktu ke waktu, kekhawatiran tentang perubahan iklim tampaknya hanya meningkat. Metodologi doktrinal/normatif akan digunakan untuk memanfaatkan karya-karya sastra yang relean yang tersedia untuk mencakup topik-topik yang akan dibahas dalam makalah ini.

Downloads

Published

08/31/2022

Issue

Section

Articles